Aturan akademik


 PEDOMAN PELAKSANAAN SISTEM KREDIT SEMESTER (SKS)

DAN KEGIATAN KOKURIKULUM


download pdf file

  1. SISTEM KREDIT SEMESTER (SKS)
    1. Sistem Kredit ialah suatu system penghargaan terhadap beban studi mahasiswa, beban kerja dosen dan beban penyelenggaraan program pendidikan yang dinyatakan dalam kredit.
    2. Kredit ialah suatu unit atau satuan yang menyatakan isi suatu mata kuliah secara kuantitatif.
    3. Sistem Semester ialah satuan sistem penyelenggaraan program pendidikan yang menggunakan satuan waktu tengah tahunan yang disebut semester.
    4. Semester ialah satuan waktu terkecil untuk menyatakan lamanya suatu kegiatan pendidikan dalam suatu jenjang program pendidikan tertentu. Satu semester sama dengan 16 minggu kerja.
    5. Sistem Kredit Semester adalah suatu sistem penyelenggaraan program pendidikan dalam pemberian nilai kredit terhadap beban studi mahasiswa, beban tenaga pengajar dan beban lembaga dalam penyelenggaraan program pendidikan dalam satu semester.

 

Table I

Harga Satuan Kredit Semester (SKS)

Aktiviti /

Mata kuliah

Tatap

Muka

Tugas

Terstruktur

Tugas

Mandiri

Nilai

SKS

JS

Kuliah

1x50 mnt

60 mnt

60 mnt

1

1

Seminar

1x50 mnt

60 mnt

60 mnt

1

1

Praktikum

2x50 mnt

60 mnt

60 mnt

1

2

PPL

4x50 mnt

60 mnt

60 mnt

1

4

   

  1. TUJUAN SISTEM KREDIT SEMESTER
    1. Tujuan Umum

Sistem Kredit Semester (SKS) bertujuan untuk memberikan kemungkinan setiap perguruan tinggi dalam menyajikan program pendidikan yang bervariasi dan fleksibel, sehingga memberi kesempatan lebih luas kepada mahasiswa untuk memilih program menuju jenjang profesi yang diinginkan.

    1. Tujuan Khusus

1.       Memberikan kesempatan kepada mahasiswa yang cakap dan giat belajar agar dapat menyelesaikan studi dalam waktu yang sesingkat mungkin.

2.       Memberikan kesempatan kepada mahasiswa dalam batas-batas tertentu untuk memilih kegiatan pendidikan sesuai dengan minat, bakat, dan kemampuan masing-masing.

3.       Memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk malatih diri dalam mengorganisasikan kegiatan seefektif dan seefisien mungkin.

4.       Memudahkan penyesuaian kurikulum dengan perkembangan zaman dan kebutuhan masyarakat.

5.       Memungkinkan dan memudahkan pengalihan kredit antara Perguruan Tinggi lain.

6.       Memberikan kemungkinan pengajuan cuti studi bagi mahasiswa dalam mekanisme exit-entry yang tercencana.

 

  1. SATUAN KREDIT SEMESTER (SKS)
    1. Satuan Kredit Semester adalah satuan yang digunakan untuk menyatakan besarnya beban studi mahasiswa dalam satu semester, besarnya pengakuan atas keberhasilan usaha mahasiswa dan besarnya usaha untuk penyelenggaraan program pendidikan bagi perguruan tinggi dan khususnya bagi tenaga pengajar.
    2. Dalam system kredit, sejumlah mata kuliah disajikan dalam satu semester dan setiap mata kuliah mempunyai harga satuan kredit semester yang menyatakan bobot kegiatan dalam mata kuliah tersebut.
    3. Tiap-tiap mata kuliah diberi nilai satuan kredit yang tidak selalu sama disesuaikan dengan harga yang ditetapkan dalam kurikulum jurusan masing-masing.
    4. Nilai satuan kredit semester untuk masing-masing mata kuliah ditentukan atas dasar besarnya usaha untuk menyelesaikan tugas-tugas yang dinyatakan dalam kegiatan perkuliahan, praktikum, seminar, kerja lapangan dan penulisan tugas akhir.

 

 

  1. NILAI SATUAN KREDIT SEMESTER
    1. Nilai satu satuan kredit semester (1 SKS) untuk perkuliahan setara dengan 50 menit kegiatan akademik terjadwal, 60 menit kegiatan akademik yang tersrtuktur dan 60 menit kegiatan akademik mandiri. Kegiatan akademik terjadwal adalah kegiatan tatap muka perkuliahan di kelas dengan jadwal yang ditetapkan JISDA. Kegiatan akademik terstruktur adalah kegiatan yang titugaskan oleh dosen yang harus dilaksanakan mahasiswa di luar kelas seperti membuat makalah, book review, resume dan lain-lain. Kegiatan akademik mandiri adalah kegiatan yang dilaksanakan atas inisiatif mahasiswa yang ada kaitannya dengan mata kuliah yang diambil dalam rangka mencapai keberhasilan studinya.
    2.  Nilai satu satuan kredit semester (1 SKS) untuk penyelenggaraan saminar setara dengan beban studi penyelenggaraan kuliah, yaitu 50 menit tatap muka perminggu.
    3. Nilai satu satuan kredit semester (1 SKS) untuk praktik kerja lapangan adalah setara dengan empat sampai lima kali penyelenggaraan perkuliahan tiap minggu selama satu semester atau setara dengan 100-125 jam selama satu bulan  (25 hari kerja) termasuk penulisan laporan.
    4. Nilai satu satuan kredit semester (1 SKS) untuk penulisan tugas akhir setara dengan kegiatan perkuliahan yang diselenggarakan tiga sampai empat jam tiap minggu selama satu semester atau 75-100 jam selama satu bulan (25 hari kerja) termasuk penulisan laporan.

 

  1. BEBAN STUDI
    1. Beban studi program sarjana (S1) adalah berkisar antara 148-160 sks yang diselesaikan dalam waktu 8 (delapan) semester atau 4 (empat) tahun dan paling lambat 14 (empat belas) semester atau 7 (tujuh) tahun.
    2. Beban studi program Diploma Tiga (D III) adalah berkisar antara 110-120 sks yang diselesaikan dalam waktu 6 (enam) semester atau 3 (tiga) tahun dan paling lambat 10 (sepuluh) semester atau 5 (lima) tahun.

 

Table 2

Beban Studi

No

Program Studi

Masa Studi

Beban Studi

Beban studi satu semester

01

Strata Satu (S1)

4-7 tahun

160 sks

8-22 sks

02

Diloma III

3-6 tahun

120 sks

8-22 sks

 

    1. Beban studi mahasiswa yang pertama sekali memasuki awal program (semester satu) ditetapkan sebanyak 22 sks, yang merupakan paket mata kuliah yang telah ditentukan oleh jurusan.
    2. Pada semester kedua dan seterusnya, mahasiswa diberi kebebasan memilih mata kuliah yang diinginkan sesuai dengan mata kuliah yang ditawarkan oleh jurusan pada semester yang ditentukan, kecuali mata kuliah yang memerlukan prasyarat.
    3. Pengambilan beban studi pada semester kedua dan seterusnya diperhitungkan berdasarkan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) sebelumnya sebagaimana dapat dilihat dalam table II.
    4. Contoh cara menentukan beban studi mahasiswa pada semester berikutnya adalah jika pada semester yang lalu mahasiswa A mengambil beban studi sebanyak 20 sks (lihat beban studi semester sebelumnya : 18-21 sks) dan indeks Prestasi semester (IPS) yang diperoleh adalah 2,50 (lihat IPS: 2,50-2,99), maka mahasiswa A pada semester berikut harus mengambil paket bidang studi B, yaitu berkisar antara 18-21 sks (lihat keterangan: B= 18-21 sks).

 

F. SISTEM EVALUASI

1.       Sistem evalausi adalah suatu system penilaian yang dilakukan untuk mengetahui kemampuan dan kecakapan mahasiswa dalam menerima, memahami dan menalar ahan studi yang deberikan sesuai dengan kurikulum dan silabus yang telah ditetapkan untuk mengetajhui perubahan sikap dan ketrampilan mahasiswa.

2.       Evalausi  dilakukan dengan cara amendapatkan informasi tentang mahasiswa yang telah menyelesaikan suatu jenjang program studi melalui penyelenggaraan ujian, pemberian tugas penelitian, pengabdian kepada masyuarakat, penulisan laporan dan penulisan tughas akhir.

                3. Tujuan Evaluasi adalah:

a. Untuk menilai kemampuan dan kecakapan mahasisw3a dalam rangka memahami menguasai bahan studi yang disajikan, perubahan sikap dan keterampilan dalam waktu tertentu.

b. Untuk mengetahui keberhasilan penyajian bahan studi oleh tenaga pengajar dan keberhasilan penyeloenggaraan program pendidikan.

c. Untuk mengetahui kedudukan seorang mahasiswa dalam suatu kelompok menurut kemampuan masing-masing.

4. Evaluasi dilakukan dengan cara memberikan penilaian terhadap kemampuan akademik mahasiswa dalam suatu mata kuliah, penilaian terhadap keberhasialan PKLI, dan penilaian terhadap keberhasialan ujian sekripsi.

5. Penilaian terhadap kemampuan akademik mahasiswa dalam suatu mata kuliah dapat dijelaskan sebagai berikut:

a.       Kegiatan penilaian kemampuan akademik suatu mata kuliah dilakukan melalui tugas terstruktur, tugas mandiri, ujian tengah semester dan juian akhir semester.

b.      Kegiatan praktikum didasarkan pada penerapan ilmu yang berkaitan dengan mata kuliah-mata kuliah tertentu dan penilaiannya dilakukan oleh pembimbing yang dilaksanakan secara terarah dan objektif.

c.       Kegiatan terstruktur dalam kegiatan penilaian kemampuan dilaksanakan sekurang-kurangnya 1 (satu) kali dalam satu semester.

d.      Kegiatan mandiri dalam kegiatan penilaian kemampuan akademik suatu mata kuliah pada suatu semeste4 dilaksanakan sekurang-kurangnya 1 (satu) kali dalam dalam satu semester.

e.      Ujian tengah semester dan akhir semester dilaksanakan dalam kalender akademik.

f.        Penilaian melalui tugas terstruktur, tugas mandiri, ujian tengah semester, ujian akhir semester dan ujian praktikum dimaksudkan untuk menentukan nilai akhir (NA) dengan pembobotan tertentu.

6. Penilaian keberhasialan studi pada akhir program :

a. Mahasiswa dibenarkan mengikuti ujian komprehensif apabila telah mengumpulkan kredit sebanyak 138 sks dan tidak ada mata kuliah yang bernilai E.

b. Mahasiswa dibenarkan mengikuti ujian komprehensif apabila telah mengumpulkan ijazah/setifiket mengikuti kegiatan ilmiah/kursus sebanyak 4 kursus, baik yang diselenggarakan oleh JISDA atau institusi lain baik didalam atau diluar Negara.

b. Mahasiswa yang dibenarkan mengikuti ujian skripsi adalah sebagai berikut:

1) Telah lulus ujian komprehensif.

2) telah memiliki IPK minimal 2,00 tidak termasuk nilai skripsi.

3) nilai lulus ujian skripsi sekurang-kurangnya “d” (50-59) yang dikumpulkan dari aspek-aspek nilai skripsi yang terdiri atas:

a. teknis penulisan ilmiah dan metodologi

b. pemecahan maslah

c. penguasaan mahasiswa terhadap materi skripsi

c. Kriteria kelulusan mahasiswa dalam program S1 ditetapkan dengan yudicium sebagai berikut:

 

Criteria Kelulusan Mahasiswa

 

IPK

PREDIKAT

KETERANGAN

3,50 – 4,00

3,00 – 3,49

2,50 – 2,99

2,00 – 2,49

        - 1,99

Sangat Mumuaskan

Memuaskan

Baik

Cukup

Gagal dapat diulang

Cumlaude

 

 

d. Nilai mata kuliah yang dinyatakan dengan huruf D dan E adalah tidak lulus, dan mahasiswa bersangkutan harus mengulang kembali mata kuliah yang tidak lulus tersebut sesuai dengan prosedur yang berlaku. Adapun nilai mata kuliah yang dinyatakan dengan huruf C, adalah lulus, namun yang bersangkutan dapat menempuh perbaikan nilai.

e. Perbaikan nilai ditujukan untuk memperbaiki nilai akhir suatu mata kuliah dengan memprogram kembali mata kuliah tersebut pada semester berikutnya secara regular.

f. Perbaikan nilai melalui perkuliahan regurlar, yang bersangkutan berkesempan memperoleh nilai tertinggi dalam mata kuliah.

7. Penilaian terhadap keberhasilan pelaksanaan PKLI diatur sesuai dengan tujuan yang ditetapkan melalui indicator berikut;

                                a. Keaktifan mahasiswa dalam mengikuti program pembekalan PKLI.

b. Keterampilan merumuskan dan memecahkan masalah dalam wujud program kegiatan.

                                c. Kemampuan melaksanakan program kegiatan

                                d. Keteguhan dan kedisiplinan dalam melaksanakan tugas di lokasi PKLI.

e. Kerjasama dengan sesame mahasiswa peserta PKLI dan Dosen Pembimbing lapangan dalam melaksanakan tugas.

                                f. Kemampuan melaksanakan kegiatan penelitian.

8. Penilaian terhadap keberhasilan ujian skripsi dapat dijelaskan sebagai berikut.

a. Ujian skripsi dilaksanakan di hadapan majelis pengujian yang terdiri dari Ketua, Sekretaris, Pembimbing dan Penguji.

b. Majelis penguji ditetapkan oleh Ketua JISDA

c. Penilaian ujian skripsi meliputi aspek isi skripsi, system penulisan, metodologi dan pelaksanaan ujian.

d. Aspek skripsi meliputi signifkansi masalah, metode penelitian, sistematika pembahasan, analisis dan kepustakaan. 

                                e. Aspek system penulisan meliputi  teknik penulisan ilmiah.

                                 f. Aspek pelaksanaan ujian meliputi penguasaan materi, presentasi dan konsultasi.

g. Penjelasan lebih rinci mengenai pelaksanaan ujian skripsi diatur tersendiri pada bagian lain dari buku panduan akademik.

 

G. EVALUASI HASIL STUDI

1. Pengertian Evaluasi

Evaluasi (ujian) ialah suatu usaha untuk mengumpulkan sejumlah informasi yang menyeluruh, bertahap dan berkesinambungan tentang proses dan hasil kemajuan belajar mahasiswa berdasarkan criteria-kriteria yang berlaku guna menentukan tindakan selanjutnya.

Dalam penyelesaian program S1 ada sejumlah kewajiban yang harus dipenuhi oleh mahasiswa.Dengan melaksanakan kewajiban dan ketentuan-ketentuan itu, mahasiswa dinyatakan berhak melanjutkan, mengambil beban studi lanjutan dan sebagainya.

 

2. Bentuk Evaluasi

                Ujian dilaksnakan dalam beberapa bentuk, iaitu:

1.       Tugasan. Tugasan ini adalah tugasan yang diberikan oleh staf pengajar dalam waktu perkuliahan. Tugasan inidapat diberikan baik dalam bentuk objektif, essay ataupun lisan.

2.       Ujian tengah semester (midterm test). Ujian ini diberikan untuk menilai kemampuan mahasiswa setelah penyajian kuliah selama 6-8 minggu, yang pelaksanaannya diberikan terlebih dahulu.

3.       Ujian penyelesaian tugas. Ujian ini diberikan dalam bentuk tugas yang dikerjakan di luar jam kuliah atau semacam pekerjaan rumah atau studi kepustakaan.

4.       Ujian semester. Ujian ini adalah ujian akhir mata kuliah untuk menilai kemampuan mahasiswa dalam penguasaan bahan perkuliahan yang disajikan selama satu semester terdiri dari ujian tulis dan ujian lisan untuk mata kuliah-mata kuliah tertentu. Ketentuan ujian semesterdiatur sebagai berikut:

a.  Ujian semester dilaksanakan secara serentak oleh panitia ujian dengan jadwal tersendiri, dimana Mata Kuliah Umum (MKU) dijadwalkan sama untuk seluruh jurusan.

b.  Yang layak mengikuti ujian adalah mahasiswa yang terdaftar pada semester yang bersangkutan dan telah memenuhi kewajiban dan persyaratan yang ditetapkan oleh staf pengajar maupun jurusan.

c.  Ujian semester hanya dapat diikuti apabila mahasiswa telah mengikuti sekurang-kurangnya 75% kegiatan perkuliahan, khususnya kegiatan tatap muka dan menyelesaikan tugas-tugas yang diwajibkan.

d. Bila seorang staf pengajar tidak memberikan ujian semester, karan dianggap cukup dengan tugasan, midterm atau saminar, maka persentase hadir 75% tetap berlaku.

e.  Ujian mata kuliah tidak dapat diikuti sebelum lulus mata kuliah yang dipersyaratkan.

f.   Dosen/tenaga pengajar wajib menyerahkan nilai ujian semester kepada bagian akademik masing-masing jurusan selambat-lambatnya 15 hari setelah ujian mata kuliah bersangkutan dilangsungkan.

g.  Bagi mahasiswa yang memperbaiki nilai diperbolehkan pada semester yang sama, ganjil dengan ganjil dan genap dengan genap.

 

3. Tahap-tahap Evaluasi

Evaluasi dilakukan dalam beberapa tahap, yaitu evaluasi mata kuliah semester dan evaluasi komulatif.

1.       Evaluasi mata kuliah berdasarkan kepada 4 (empat) unsure, yaitu Quiz 15 %, tugas 10%, keaktifan di kelas 15%, ujian tengah semester 25% dan ujian final 35%.

2.       Evaluasi semester adalah evaluasi nilai semua mata kuliah dalam satu semester, guna menghitung Indeks Prestasi (IP) yang bersangkutan.

3.       Evaluasi komulatif dua, tiga, empat semester dan seterusnya adalah berdasarkan pada penjumlahan total bobot dibagi dengan jumlah kredit yang telah diambil.

 

 

4. Pemberian nilai dan Indeks Prestasi

Di Jamiah Islam Syeikh Daud Al-Fathoni (JISDA) pemberian nilai menggunakan skala nilai yang dinyatakan dalam bentuk table seperti berikut:

 

 

 

No

Nilai

Nilai (huruf)

Nilai (bobot)

1

2

3

4

5

6

7

8

9

10

11

96-100

91-95

86-90

81-85

76-80

71-75

66-70

61-65

56-60

51-55

0-50

A +

A

A-

B +

B

B-

C+

C

C-

D

E

4,00

3,75

3,50

3,25

3,00

2,75

2,50

2,25

2,00

1,75

1,50

 

 

IP akhir semester diperoleh dengan menjumlahkan seluruh bobot untuk semua mata kuliah semester yang bersangkutan, dibagi dengan total SKS yang diambil pada semester tersebut. Rumus mencari IP  adalah seperti berikut:

 

                                                Indeks Prestasi (IP)  =Total (SKS X Nilai Bobot)

                                                                                                Total SKS 

 

                Untuk melihat kemajuan studi mahasiswa, disamping memperhatikan Indeks Prestasi (IP), juga dipakai Indeks Prestasi Komulatif (IPK) perhitungan IPK didasarkan kepada bobot SKS seluruh semester yang diakumulasikan:

 

                                                                                                                Keterangan :     

                                                                                                                IP            = Indeks Prestasi

                                IP =        (K x NB)                                                  K             = Kredit

                                                KA Si                                                      N             = Nilai Bobot

Si            = Kredit yang diambil semester pertama s/d semester terakhir.

 

H. PRAKTIKUM MAHASISWA

1. Praktikum adalah kegiatan di luar perkuliahan tatap muka (teori yang terstruktur dan terjadwal) yang bertujuan untuk meningkatkan pemahaman teori atau memberikan suatu keterampilan yang diberikan pada semester I, II, III, IV, V, VI dan VII dengan kegiatan dan distribusi waktu pelaksanaannya diatur tersendiri pada buku panduan praktikum.

2. Praktikum yang dilaksanakan adalah untuk menumbuhkan kemampuan dan keterampilan mahasiswa di kelas, dan di lapangan.

3. Tujuan praktikum adalah:

        a. Memberi kemampuan terapan/operasional kepada mahasiswa.

        b. Memberi kemampuan pemecahan masalah.

        c. Menanamkan apresiasi dan dedikasi keilmuan.

        d. Membangun profesionalsme bidang keilmuan.

4. Bentuk dan pelaksanaan praktikum disesuaikan dengan kebutuhan mata kuliah dan program studi/jurusan.

 

 

I. KOMPREHENSIF

Ujian komprehensif atau pendalaman, yaitu ujian yang dilaksanakan tersendiri setelah mahasiswa menyelesaikan program pendidikan secara lengkap untuk melihat tingkat wawasan kemampuan dan penalaran terhadap bahan yang telah diberikan selama satu program pendidikan.

Sebagai syarat untuk dapat mengikuti ujian komprehensif adalah mahasiswa yang bersangkutan telah lulus seluruh mata kuliah dan memiliki SKK minimal 20.

 

J. MUNAQASYAH

Ujian munaqasyah adalah ujian skripsi terhadap mahasiswa, yang dilaksanakan untuk melihat wawasan kemampuan dan penalaran terhadap tulisan yang telah disusun selama satu program pendidikan, munaqasyah ini merupakan ujian terakhir terhadap mahasiswa setelah mahasiswa menyelesaikan seluruh beban studi/mata kuliah, praktikum dan ujian komprehensif dalam program strata satu (S1)

Sesuai dengan ketentuan yang berlaku ujian munaqasyah dilaksanakan terhadap mahasiswa yang akan menyelesaikan studinya untuk memperoleh gelar sarjana. Sehingga setiap mahasiswa harus mempersiapkan diri dalam membuat tulisan berupa penelitian lapangan atau kepustakaan yang berkaitan dengan ilmu-ilmu yang dimilikinya.

Dalam ujian munaqasyah, JISDA telah menetapkan ujian munaqasyah  kepada empat bidang yang perlu diperhatikan yaitu meliputi bidang metodologi, materi/isi, bidang agama, dan bidang umum, sehingga dengan mengacu kepada empat bidang ini, wawasan, kemampuan dan penalaran dalam penyusunan skripsi mahasiswa dapat dikembangkan.

 

K. KULIAH KERJA NYATA (KKN)

Kuliah Kerja Nyata (KKN) merupakan bagian dari kegiatan perkuliahan yang dilaksanakan di lapangan.KKN dilaksanakan dengan bobot 4 sks diikuti oleh mahasiswa yang telah menyelesaikan studi 110 sks atau mahasiswa yang berada pada semester VIII.

KKN dilakukan pada lokasi yang ditetapkan di pedesaan ataupun perkotaan dalam waktu 4 bulan atau 1 (satu) semester terhitung persiapan dan evaluasi dan penyusunan laporan.Waktu efektif di lapangan minimal 30 hari atau setara dengan 4 sks dengan kegiatan perhari 240 menit.Kompetensi pencapaian diperinci dalam buku panduan KKN.

KKN dibimbing oleh dosen pembimbing untuk tim kelompok. Program KKN dibagi kepada KKN program regular, dan KKN program mandiri. Perbedaan di antara dua bentuk KKN ini adalah, (1) lokasi KKN program reguler ditunjuk dan ditetapkan oleh fakulti, sedangakan lokasi KKN program mandiri diajukan oleh mahasiswa yang dilengkapi dengan proposal kegiatannya, (2) bagi KKN mandiri, selain sks-nya dinilai, maka SKK-nya juga turut dinilai.

Dalam pelaksanaannya, KKN diselenggarakan oleh Fakulti dengan tetap berkordinasi dengan Institut terutama dalam hal kebijakan makro pelaksanaan KKN dimaksud.



 

Jamiah Islam Syeikh Daud Ai-Fathani

 762 Jalan siroros, Muang, Yala.
Tel. 073-212937,  086-2983065 Fax. 073-240167.

 

home
Lokasi Kampus
Download

Site admin
login